Pages

Selasa, 26 Februari 2013

"Ia kembali menjadi sebentuk punggung yang sanggup kuhayati,
yang kuisyarati halus melalui udara, langit, sinar bulan, atau gelembung bir."
(Hanya Isyarat; 48. Rectoverso)

Sepuluh Tiga 2015

Senin, 25 Februari 2013




SEGA-OKSIGEN
Adinda.Al.Alfi.Fifi.Nisa.Aroda.Chasna.Dentang.Dimas.Dinda.
Risna.Fais.Hanif.Harada.Karin.Lia.Danik.Meme.Miftah.Misbah.
Fuad.Rizky.Nina.Vian.Ika.Adit.Dira.Restu.Sali.Nia.Fella.Vyka.

Tea Time



by  me.

25.02.13
A.

66

Rabu, 20 Februari 2013

Rintik hujan masih turun satu-satu.
"Kamu tahu kenapa aku begitu menyukai hujan?"
tanyanya, sembari menghirup udara sehabis hujan.
Aku menggeleng. Dia tersenyum dan menjawab,
"Karena hujan mengisahkan cerita yang tidak pernah disadari manusia."
Hening. Hanya suara rintik hujan yang jatuh di atas kanopi yang terdengar.
Tiba-tiba, ia berbalik, meminta izin untuk pulang.
Aku tersenyum, mempersilakannya.
Langkahnya terlihat tenang dan lamban,
seakan ia sedang bermonolog dengan hujan.



20.02.13
A.

Minggu, 17 Februari 2013

Un.for.get.table
/ˌʌnfəˈgetəbl; NAmE -fər'g-adj.
If something is unforgettable, you cannot forget it,
usually because it is so beautiful, interesting, enjoyable, etc.
SYN Memorable

Paperman - Full Animated Short Film by Disney Animation

14

Selamat tanggal 14!
Sekarang hari kamis, bulan Februari,
2013.

Merenunglah, berapa banyak kasih sayang yang telah kamu bagi selama ini.

                                                                                                   (Source: Tumblr)


Tulisan Pertama di Bulan Februari.

Senin, 11 Februari 2013

Seperti jatuh di kubangan dan tidak ada yang ingin membantu. Mereka hanya diam. Beberapa menatap dengan iba, tetapi takut untuk menolong dan mendekat. Beberapa hanya berlalu, pura-pura tidak melihat. Tersenyum miris. Sedih, ketika harapan yang telah melambung tiba-tiba terhempas kembali dan hanya bisa menggantung di awan-awan. Aksara itu bahkan seakan menjadi komunal yang tidak mau bersahabat, lagi. Resapi bagaimana detik demi detik berlalu seakan begitu banyak hal yang telah ketika lalui, ternyata hanya nol besar. Penyesalan, itulah ujung ketika kita sadar derap-derap itu sudah menghilang di balik tikungan.

A.