Happy new year for everyone! I wish this year we can be better than before : )
HAPPY NEW YEAR!
Sabtu, 31 Desember 2011
Fairy-tale (The Last Post Before 2012)
When I was young, my mother often told me about fairy-tale, like Cinderella, Sleeping Beauty, Snow White, Little Mermaid, and so on. I used to like when they (Cinderella, Aurora, and Snow White) met with their prince and hate when they got a problem or they're poisoned someone. Formerly, I often dream like their lives, haha. Until now, I still like fairy-tale. Tangled is the one fairy-tale that I like. The story like Rapunzel with long hair and in the middle story her hair cut by her stepmother. I love that story ♥
Today is the last day before go to 2012 yeah? Happy New Year everyone!!
P.S: Sorry if my grammar bad enough, hehe
Today is the last day before go to 2012 yeah? Happy New Year everyone!!
P.S: Sorry if my grammar bad enough, hehe
Kamis, 29 Desember 2011
Mari kita mengenang hal-hal apa saja yang dilakukan di tahun 2011 ini, check it:
Januari
Mulai suka galauin dia. Masih suka rame untuk menghabiskan waktu pelajaran Bahasa Inggris sama Faiez, Lutfi, dan Febri karena duduk depan-belakang. Dia jujur kalau dia mau putus sama pacarnya. Dan masih banyak lagi.
Februari
Febri ulang tahun tanggal 2. Dia juga ulang tahun tanggal 3. Selisih sehari. Tetep masih suka rame sendiri sama Faiez dan Lutfi.
Maret
Pindah kelas. Pindah tempat duduk. Tetangga baru. Depan sama belakang orangnya udah beda. Duduk bertiga bersama Febri dan Rikha. Awal memakai apa yang-disebut-dengan-behel di awal MID semester. Ke tiga kalinya duduk sama Mas B (Mas Iqbal). Galau masih berlanjut.
Bapak ulang tahun Hari Kamis tanggal 10 yang ke-42.
April
Semuanya sudah berubah. Udah gak pernah rame lagi sama Faiez dan Lutfi. Tetap masih galau gara-gara dia.
Mei
Mama ulang tahun hari Selasa tanggal 10 yang ke-45. Awal punya twitter dan blog baru. Semua semakin berubah, dan tetap galau karenanya, wkwk.
Juni
Ujian Akhir Semester. Good bye 8E. Ready to go to 9A. Terakhir kali duduk sama Mas B. Tetap masih galau dengan orang yang sama. Terima rapot.
Juli
Kelas baru. Teman lama. New challenge. Resolusi baru dong. Jadi sekretaris untuk pertama kali. Belum niat jadi anak tertua bagi guru-guru dan kakak tertua bagi adik kelas di sekolah. Galau? Masih, kayaknya.
Agustus
My brother's birthday on Thursday, 4 August. And me, on Tuesday, 9 August. 9th and 14th. Ulang tahun di bulan puasa untuk pertama kalinya, haha.
September
Belum menjadi anak yang baik di bulan ini. Lebaran dan pergi ke Pantai Jetis di Purworejo bareng keluarga.
Oktober
First anniversary galau karena dia, wkwk. Yeah, I like him and can't let him go from my heart.
November
Flat, kegiatan seperti biasa. But, I love this month : )
Desember
The last month on every year. I can't leave this month, this year, and this memories. I met someone amazing on this year. And, for the first I sleep in the hospital to accompany my brother. He must hospitalized in hospital 'cause he is operation. He is cry when a nurse will attach infus on his hand. Get well really soon for him : )
I can move on from him, although just a little : )
I can move on from him, although just a little : )
#2012Wish
- Pass National Exam 2012 on April.
- Enter to the favorite school is I want.
- My parents proud of me.
- Be smarter than before.
- Be better than before
- And so on.
Thank you : )
Rabu, 28 Desember 2011
Get well really soon for my brother. I know, you are a strong. Don't cry again, yeah? I always love you.
with love
Your Sister ♥
with love
Your Sister ♥
Selasa, 27 Desember 2011
Beli novel ini habis di sms temen yang bilang kalau dia udah beli Manusia Setengah Salmon. Sebenarnya emang udah rencana mau beli, tapi lupa dan inget setelah disms. Karena belinya mendadak dan lupa bawa uang, jadi dibeliin sama guru privat yang ngerangkap sebagai temen. Terima kasih Mbak Siti : ).
Sempet bingung kenapa judulnya Manusia Setengah Salmon tapi langsung ngerti setelah baca blognya Bang Radit.
Buku ini lebih banyak lawakannya kalau dibandingin sama Marmut Merah Jambu, walau tetep ada beberapa bab yang berbau galau, contoh pada bab penggalauan. Di bab ini kata-kata yang bikin nyesek itu: Naksir diam-diam itu komidi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenarnya tidak ke mana-mana sama Seandainya jatuh cinta itu ada tukang parkirnya, bisa diberhentikan sebelum mentok. Bagi yang udah pernah ngerasaain nyeseknya ber-tripel-tripel. Sedangkan bab yang bikin ngakak sampai orang tuaku ngomong "Kamu itu kenapa?" adalah bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda bagian Bang Radit kenalan sama mahasiswa dari Praha.
..., 'And what's your name?'
'Perek.'
'I'm sorry?' tanya gue, lagi.
'My name is Perek.'
'Why is your name Perek?!' tanya gue, kaget
Si Perek agak kaget dikit, terus dia bilang, 'Well, because my parents give my name Perek. I was born as a Perek (terjemahan: Aku terlahir sebagai Perek).'
Bagian ini bener-bener bikin ngakak. Coba kalau tuh bule ngerti apa arti Perek di Indonesia, ckck.
Interview with The Hantus, paling suka sama jenis-jenis Pocongnya, terlebih Pocong Duyung. Bayangin gimana Pocong berenang di air, seharian, kelelep aja bisa.
Komik yang diselipin di beberapa bab juga jadi nilai plus di novel ini, contoh pada halaman 237 yang si Edgar bilang kalau dia udah beli tanah, ternyata maksudnya beli tanah buat tanaman.
Overall, novel ini gak kalah kerennya dari novel-novel lainnya Bang Radit. Makin sukses yang buat Bang Radit.
Senin, 26 Desember 2011
2 minggu lalu dihabiskan dengan nonton teater di UNY, dari mulai Mbadhog, Lorong, sampai Opera Primadona.
Mbadhog, teater pertama yang aku tonton dua minggu lalu. Mbadhog itu sebenarnya bahasa Banyumas yang artinya rakus. Teater ini menceritakan tentang bagaimana sebuah kekuasaan yang paling berkuasa di negeri ini, dan bisa dibilang ini seperti menyindir. Awalnya, bagaimana seorang ibu hamil memiliki 6 orang putera yang telah dewasa. Mereka ini memperebutkan sebuah kepemimpinan. Di lain tempat lain lagi, bercerita tentang Aceh yang memperlihatkannya dengan Tari Saman. Lalu, peresmian gedung yang dihibur dengan penyanyi dangdut. Seorang wanita yang namanya diubah-ubah oleh direktur perusahaannya juga diceritakan dalam teater. Setelahnya, bagaimana salah satu dari enam anak tersebut yang memakai kursi roda mengatakan bahwa siapa yang membuang jas yang mereka pakai adalah—yup, aku lupa dia ngomong apa. Lalu saudara-saudaranya yang lain mengikuti dan menyuruhnya untuk membakar jas tersebut, tapi dia ragu dan gak jadi bakar jas-jas itu. Di akhir cerita, ibu hamil itu bunuh diri, dan anaknya yang memakai kursi roda itu minta makan. "Makan.. Makan.."
Nah, sekarang aku bakal jelasin kenapa aku bisa bilang teater itu kayak nyindir. Ibu hamil itu bisa dibilang sebagai pribumi dan 6 orang anaknya itu tentara yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. Lalu, Aceh dan Tari Saman, itu menceritakan tentang masalah di daerah Aceh sana. Yang penyanyi dangdut ini aku lupa apa. Kalau wanita yang namanya diubah-ubah oleh direktur perusahaannya adalah wanita simpanan. Anak yang memakai kursi roda dan disuruh membakar jas tapi dia enggak mau adalah pemimpin yang ragu-ragu.
Sekarang aku mau ngeliatin foto-foto yang aku ambil dari teater ini:
Ini ibu hamilnya udah bunuh diri
Anaknya yang naik kursi roda di suruh saudara-saudaranya bakar jas-jasnya
The same like above
Habis berantem lho ini
Yeah, they're fighting
Like this <3
Dangdutan yuk!
Saman Dance
Like this so much <3
Ibu hamilnya
And this one <3
Kayak kerja rodi -_-
Buat teater yang lain posting-an berikutnya ya ;)
Selasa, 13 Desember 2011
Hust.. jangan katakan ini pada siapa-siapa ya!
Aku memiliki rahasia. Jangan katakan pada siapa-siapa!
Padanya, pada mereka, pada angin yang sedang menyelinap,
pada para ngengat yang bersendagurau.
Ataupun pada gubuk di ujung jalan sana.
Aku hanya ingin membaginya denganmu.
Tanpa membolehkan mereka mengetahui.
Dengarkan baik-baik.
Aku. Suka. Kamu.
13.07 P.M. Wednesday, December 14th 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
Aku menyesal membuat ia berlalu pergi, menjauh dariku.
.
.
.
Aku menyesal membuat ia seperti orang asing dihadapanku.
.
.
.
Aku seperti terhempas ke lubang waktu yang paling dalam.
.
.
.
Aku ingin lepas dari jeratan ini, jeratan yang membuatku sadar, bahwa ini sebuah realita.
.
.
.
Aku ingin lepas, dari segala rasa penyesalan yang selalu menyesakkan batinku.
.
.
.
Yang selalu mengingatkanku padanya.
My Mind 2
Kadang sesuatu yang kita anggap nyata belum tentu nyata, karena tanpa kita sadari mereka hanya sebuah siluet yang membayangi kita, menemani, dan membuat kita nyaman, serta menjadikan diri kita apa adanya. Lalu, setelah siluet terseut pergi, kita akan merasa sangat kehilangannya, terlebih setelah dia pergi tidak pernah terjadi sebuah percakapan pun ketika bertemu, seperti orang asing. Dia menjauh, pergi dari kita.
Kamis, 08 Desember 2011
Langit tidak pernah seindah apa yang kita mau, terkadang ia cerah namun bisa saja beberapa jam setelahnya mendung menggantung, dan rinai hujan turun tak tekendali. Hidup, tak ubahnya seperti langit, selalu menyimpan kejutan di setiap detiknya. Hidup tidak pernah sama.
Sabtu, 03 Desember 2011
Diam itu emas. Tapi, terkadang hanya berdiam diri itu membuat kita sakit, sangat sakit, sampai terkadang kita tidak bisa lagi merasakan apa yang kita rasakan. Semua menjadi mati, hingga nanti pada akhirnya yang tersisa hanyalah sebuah abu hitam yang siap dihembus angin. Dan ketika kita sadar, penyesalan yang amat membebani hati kita, dengan beribu masa lalu yang nanti pada akhirnya ingin kita ulang kembali, ingin kita perbaiki. Namun, semu. Hal tersebut terlalu semu untuk diulang kembali.
Penyesalan itu semakin melebar dan melebar, membuat kita seakan hampir setengah sinting. Setelah semua itu berada di puncaknya hanya satu hal yang dapat kita lakukan, menyalahkan diri sendiri dan mengulang setiap kata seandainya. Waktu tidak memiliki kata seandainya dalam kamusnya, yang ia miliki hanyalah sebuah realitas yang harus kita akui kebenarannya. Kita jadikan pelajaran. Dan, semua itu hanyalah ada di genggaman kita.
Jangan buang waktumu! Jangan jadikan kata seandainya sebagai penyelesai masalahmu di masa lalu, karena kata seandainya hanyalah sesuatu yang semu, yang membuat kita hanya dapat menyalahkan diri sendiri.
Again and Again. Longlast Boy!
I get hurt again, and I don't feel pain in my heart. I just almost crying, but I can hold back it with laugh and smile for him, for a man who the same with a year ago.
He is in relationship again with his ex-girlfriend. Longlast boy : )
He is in relationship again with his ex-girlfriend. Longlast boy : )
Sabtu, 26 November 2011
Cinta adalah perasaan nyaman ketika kita sedang bersama seseorang yang sangat kita sayangi.
Bahagia adalah perasaan senang ketika kita sedang bersama seseorang yang sangat kita sayangi.
Dan mereka dapat membuat kita merasa ada dan hidup, serta mengembangkan senyum lebih lebar.
Jumat, 25 November 2011
Do you remember, when you and I have a joke and we're laugh till we have stomach-ache?
Do you remember, when you return my watch and them (my friend and your friend) sing to us about first sight?
Do you remember, when your friend say to me if you like me?
Do you remember, when you and I never chat again? Just sometimes.
And, do you remember, if now we're like two stranger? Never chat, never 'say hello' (um, maybe, sometimes).
Do you remember it?
Terpesona ku pada pandangan pertama. Dan tak kuasa menahan rinduku. Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku. Ingin kupeluk dan kukecup keningmu.
Terpesona ku pada pandangan pertama. Dan tak kuasa menahan rinduku. Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku. Ingin kupeluk dan kukecup keningmu.
Kamis, 24 November 2011
Last week, I made a flashfiction from the song by Mocca, On The Night Like This.
And, now, I post it in here. Hope you enjoy guys!
--
Finish. Oh, it's too short? Yeah, right. Honestly, I wanna to as the character 'aku' on this flashfiction, haha.
You can hear the song, just click.
Thank you :)
And, now, I post it in here. Hope you enjoy guys!
On
The Night Like This
Dengan
ditemani para bintang, aku duduk di samping dengan khidmat. Menatap lemah pada
kain satin hitam kepunyaan-Nya. Lantunan suara jangkrik menilik kami dalam
kesunyian.
“
Aku rindu, denganmu, dengan malam seperti ini,” ucapku, diikuti lengkungan
indahnya yang masih tetap sama. “ Kamu tahu, semenjak aku pergi ke Negeri
Kincir Angin itu malam tidak pernah sama, terlebih tanpa kamu,” tambahku.
Dia
menoleh, lantas mengacak rambutku pelan. “ Kamu memang tidak pernah berubah,
selalu pintar mengambil hati orang.”
“
Kamu juga tidak pernah beruabh, selalu saja menyebalkan.” Aku segera menata
rambutku. Dia pun langsung terkekeh.
Dia
memang tidak pernah berubah, selalu memiliki tawa renyah yang khas, senyuman
lembut, dan tatapan tajam yang meneduhkan, serta, selalu memiliki sekat
tersendiri dalam hatiku, meski hubungan kami sudah berakhir semenjak 5 tahun
yang lalu.
Aku
selalu ingat ketika untuk pertama kalinya dia mencium keningku. Saat itu di
bandara. Pesawat yang kunaiki sudah akan lepas landas, tetapi aku masih
menunggunya. Di detik yang ke empatpuluh aku menunggunya, dia baru datang.
Dengan nafas yang tersengal-sengal dia mengucapkan maaf, dan aku hanya
membalasnya dengan senyuman.
Saat
aku sudah akan melangkah menuju terminal penerbangan internasional, tangannya
menahan tanganku.
“
Hati-hati ya. Jaga kesehatan,” ucapnya, dan aku kembali tersenyum. Alih-alih
melepaskan genggamannya, dia malah mengecup keningku, memelukku. Seketika,
mataku terasa panas.
“
Aku pergi ya,” izinku, setelah dia melepas pelukannya. Dia hanya mengangguk
kecil. Lantas, aku melangkah pergi.
Sebuah
rangkulan melayang ke pundakku, membuat lamunanku berbaur hilang.
“
Bintang malam ini banyak ya,” ucapnya. “ Sama kayak dulu, hari terakhir sebelum
keberangkatanmu.”
Aku
menaruh kepalaku di pundaknya. “ Iya, persis.”
Dan,
kami menghabiskan malam ini bersama, seperti dulu.--
Finish. Oh, it's too short? Yeah, right. Honestly, I wanna to as the character 'aku' on this flashfiction, haha.
You can hear the song, just click.
Thank you :)
Sabtu, 19 November 2011
Hallo! Saya kembali. Udah lama gak nulis. Biasa sibuk jadi anak kelas 9, selain itu, tiap mau nulis selalu ada aja halangannya, contoh: internet tiba-tiba lola dan jadi males nulis.
Minggu, 09 Oktober 2011
Hello! I'm back with my new photoworks. Still learning. Hope you like this:
When You Kiss Me.
Small Flowers
Twilight
Addenium.
Flamboyan (Editing)
Flamboyan.
Se-mangkuk Ronde.
Kayu?
A Little Cat
Shy.
Television.
Flowers.
Together.
A Wave.
A Sun.
A Bug.
Mr. Crab.
Three Chicken.
Addenium 2.
Pink!
For You.
With you.
A Flower of Cactus.
Childhood.
Shadow.
Finish. There look nothing? Yeah, my photoworks still simple, but I love it.
Still try to be a good photographer \m/. Pray to me, thanks.
_____
P.S: If you like this photos, can you comment in the comment box? Thanks :)
Sabtu, 10 September 2011
Actually, this post is nothing. But, I just wanna share wherever you can find me, hehe. And, here:
- http://facebook.com/annisanurh
- http://twitter.com/annisanhw
- http://heello.com/annisanurh
- http://annisanurh.tumblr.com
Thank's for everyone who wanna add, follow, or listen me J
Elegi Cinta (Puisi)
Ketika perih kembali bersua, aku kembali termenung.
Rutukan-rutukan sepi pembawa itu kembali datang,
membawa tiap-tiap sakit yang aku damba setiap malamnya
Hanya aku dan Ia yang selalu tahu apa yang setiap detiknya aku rasakan.
Setiap detik, ketika perih itu selalu menyergap.
Nyeri hatiku membawa semua sampai di sini.
Di sini. Ketika aku harus berjuang membuangnya, mengkristalkannya, memecahkannya
menjadi serpihan halus yang selalu siap aku terbangkan.
Sayang, ia kembali. Menjadi luka lama. Yang perihnya tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
Ketika semua berawal. Menjadi setetes embun yang terus menggantung pada langit-langit hatiku.
Elegi Cinta (Surat)
Maaf karena
aku telah lancang mengirimimu surat. Tapi, aku hanya ingin menyampaikan suatu
hal yang selalu aku pendam selama berbulan-bulan ini.
Aku tahu,
mungkin suratku ini tidak berguna untukmu; bukan hal penting yang harus dibaca.
Tapi lewat surat ini aku hanya ingin menyampaikan satu hal yang mungkin juga
pernah kamu rasakan—bahkan setiap anak remaja rasakan. Menyukai seseorang.
Kamu tidak
harus tahu siapa aku, karena aku hanya seseorang yang memendam perasaan suka
kepadamu. Hanya itu. Dan mungkin itu tidak berguna untukmu. Untuk hidupmu.
Untuk duniamu. Tapi itu berguna untukku, karena hanya dengan surat ini aku bisa
menyatakan setiap rasa yang aku rasakan selama sepuluha bulan ini kepadamu.
Aku tidak
tahu bagaimana menceritakan awal kisah ini kepadamu—ujung pun aku juga tidak
bisa, karena aku terlalu terombang-ambing oleh perasaanku. Hanya rasa sakit
yang aku rasakan selama sepuluh bulan itu. Tidak ada rasa senang, gembira, dan
tawa. Bahkan, untuk merasakan itu semua, rasanya hatiku tidak mampu. Entah, aku
juga tidak tahu. Itu terlalu rumit untuk kujabarkan.
Terakhir,
tidak ada lagi yang ingin aku ceritakan. Karena jika semua rasaku keceritakan
mungkin kamu akan bosan untuk membaca. Akhir kata, terima kasih karena telah
mau membaca suratku yang tidak jelas asal-usulnya. Terima kasih atas semua
perasaan ini, perasaan yang tidak dapat aku jelaskan bagaimana rasanya, semanis
atau pun seperih apapun rasanya. Terima kasih telah mengisi tiap hariku, meski
sampai hari ini bayangmu tidak dapat kugapai juga. Namun terima kasih juga,
karena kamu telah memperbolehkanku meraih bayangmu walau itu tidak pernah lebih
dari sebatas pertemanan. Terima kasih.
Dari: Seseorang
itu.
(Ditemani malam dingin dengan sejuta
sesak yang tertahan.)
Selasa, 06 September 2011
Aku ingin berhenti dari rasa ini. Rasa sesak ketika aku harus menyadari bahwa kamu telah dengan orang yang kamu sayang. Rasa sesal ketika aku mengingat tahun-tahun lalu yang menyakitkan. Rasa yang sudah tidak bisa aku gambarkan bagaimana rasanya. Rasa yang membuatku berada dalam lingkaran yang sama seperti tahun sebelumnya.
Aku lelah. Ya, aku lelah, selalu berdiri di tempat yang sama, masih dengan rasa yang sama, dan selalu dengan rasa yang sama. Aku lelah, mengapa aku harus seperti ini? Ketika pada realita yang telah berjalan kamu harus dengannya. Mengapa aku harus lelah dengan rasa sesal yang aku buat sendiri? Tolong, aku meminta pada diriku sendiri untuk berhenti dengan ini semua. Dengan segala rasa yang mengalir ini. Aku tolong berhenti!
Aku selalu tahu, bahkan sangat-sangat tahu, bahwa ini semua salahku. Aku yang selalu membuat rasa itu bertambah rumit setiap harinya. Jangan katakan aku sudah membahas itu hampir beribu-ribu kali! Karena aku sudah tahu akan itu; aku hampir selalu membahas itu setiap detiknya. Oleh karena itu aku ingin lepas dari ini semua. Tidak sulit? Oh, ya! Ini menyiksa kau tau? Tapi, mungkin ini memang benar, aku yang salah; aku tidak pernah bisa melepasmu dengan ikhlas. Tidak, karena aku masih menyukaimu. Mengerti? Hanya itu. Aku tau itu hal sepele, bahkan mungkin lelaki bisa menyelesaikannya dengan mencari penggantinya. (Maaf jika tersinggung, aku tidak bemaksud) Tapi, harus kau ketahui, itu tidak semudah bagiku, karena aku telah menyesal akan semua yang aku perbuat. Aku akui, kamu lelaki terlama yang membuatku seperti ini, membuatku se-menyesal ini, membuatku seakan hanya kamu yang bisa menghapus luka ini.
Terima kasih, aku akan mencoba melangkah dari lingkaran ini. Mencoba mengkristalkan tiap memori yang kamu berikan padaku lalumembuangnya. Selesai bukan? Ya, itu berakhir. Dan, aku akan mencobanya; melepasmua dengan rasa ikhlas yang memang harus aku punya. Terima kasih akan akhir yang memang harus ada dalam perasaanku untukmu. Terima kasih, pada diriku sendiri.
Aku lelah. Ya, aku lelah, selalu berdiri di tempat yang sama, masih dengan rasa yang sama, dan selalu dengan rasa yang sama. Aku lelah, mengapa aku harus seperti ini? Ketika pada realita yang telah berjalan kamu harus dengannya. Mengapa aku harus lelah dengan rasa sesal yang aku buat sendiri? Tolong, aku meminta pada diriku sendiri untuk berhenti dengan ini semua. Dengan segala rasa yang mengalir ini. Aku tolong berhenti!
Aku selalu tahu, bahkan sangat-sangat tahu, bahwa ini semua salahku. Aku yang selalu membuat rasa itu bertambah rumit setiap harinya. Jangan katakan aku sudah membahas itu hampir beribu-ribu kali! Karena aku sudah tahu akan itu; aku hampir selalu membahas itu setiap detiknya. Oleh karena itu aku ingin lepas dari ini semua. Tidak sulit? Oh, ya! Ini menyiksa kau tau? Tapi, mungkin ini memang benar, aku yang salah; aku tidak pernah bisa melepasmu dengan ikhlas. Tidak, karena aku masih menyukaimu. Mengerti? Hanya itu. Aku tau itu hal sepele, bahkan mungkin lelaki bisa menyelesaikannya dengan mencari penggantinya. (Maaf jika tersinggung, aku tidak bemaksud) Tapi, harus kau ketahui, itu tidak semudah bagiku, karena aku telah menyesal akan semua yang aku perbuat. Aku akui, kamu lelaki terlama yang membuatku seperti ini, membuatku se-menyesal ini, membuatku seakan hanya kamu yang bisa menghapus luka ini.
Terima kasih, aku akan mencoba melangkah dari lingkaran ini. Mencoba mengkristalkan tiap memori yang kamu berikan padaku lalumembuangnya. Selesai bukan? Ya, itu berakhir. Dan, aku akan mencobanya; melepasmua dengan rasa ikhlas yang memang harus aku punya. Terima kasih akan akhir yang memang harus ada dalam perasaanku untukmu. Terima kasih, pada diriku sendiri.
Sabtu, 03 September 2011
Aku masih melihatmu dari kejauhan, ketika kamu masih bersama mereka; teman-temanmu. Dan aku hanya dapat menghela nafas berat. Sebegitu jauhkah aku mengharapkanmu? Sampai-sampai semua harus ku lakukan dari kejauhan.
Kamu itu seperti bayangan; dapat dilihat dan disentuh. Namun, tidak dapat ku miliki.
" Ada yang punya pacar baru nih!" seruan itu membuatku sadar, disetiap cinta selalu ada hati yang tersakiti.Tidak seperti halnya dalam cerita dongeng yang dulu selalu ibuku ceritakan sewaktu aku kecil. Tidak seperti halnya Cinderella yang pada akhirnya dapat memiliki pangeran yang ia cintai.
" PJ-nya nih." rasa sakit itu segera menyergapku.
—
" Kamu ngapain masih suka sama dia? Toh, dia udah sama yang lain." aku—hampir—selalu mengelak pernyataan itu. Pernyataan dimana aku akan selalu mengingatmu. Mengingat tiap memori yang masih dapat aku putar semampu yang aku bisa. Tapi aku segera sadar, bahwa itu tidak lebih dari sekedar memori dimana semua belum seperti sekarang. Saat sepi belum menggerogoti sampai ke ulu hatiku.
Jika aku bisa, aku ingin kembali mengulang memori itu di kehidupan nyataku.
—
Perlahan, aku mulai men-scroll mouse-ku, melihat apa saja yang ditulis teman-teman di jejaring sosial ini. Haha, ya, mereka sangat lucu.
Tapi tiba-tiba aku menyesali pilihanku untuk menghibur diri dengan cara ini. Aku menyesal, karena aku harus menemukan tulisan yang mengatakan bahwa kamu sudah dekat dengan perempuan lain setelah putus dengan pacar lamamu beberapa bulan yang lalu.
Mengapa aku harus merasakan sakit itu lagi?
Malam ini aku kembali hancur. Meratap pada setiap rasa yang menjejak, menyesak, meminta untuk keluar.
—
" Aku sempet gak nyangka lho kamu pernah suka sama dia. Aku kira kamu suka sama temennya."
" Hahaha, iya." aku selalu hanya bisa tertawa. Meski terkadang itu terasa pahit. Sepahit ketika aku menyadari bahwa setelah sepuluh bulan aku masih bertahan karenamu. Hanya karena kamu yang tidak lebih dari seonggok daging dan kumpulan darah yang entah telah membawa hatiku mengarungi beribu samudra di dalam khayal—yang terkadang menghayutkan lebih dari kehidupan nyata yang harus dijalani.
Kamu tahu? Aku masih di sini. Bertahan, hanya untuk kamu. Seorang.
Tapi, pada akhirnya juga, aku kembali harus mendengar, bahwa kamu sudah menjalin hubungan lagi dengan perempuan yang kamu taksir itu, yang memang harus aku akui memang manis. Cocok denganmu.
—
Selama aku masih kuat, aku ingin mencintai dengan sederhana. Se-sederhana ketika aku sedang melihatmu dari jauh. Se-sederhana ketika aku sedang melihat siluetmu yang tak bisa ku gapai. Se-sederhana ketika kamu sedang bersama dia yang begitu kamu sayangi keberadaannya. Hanya se-sedehana itu. (2011, Mei)
Aku sadar, cintamu takkan pernah menjadi milikku. Bayangmu tak pernah menyambut diriku. Namun, bagiku itu sudah cukup. (Senja. Maharani Ciptaningrum)
Untuk kesekian kalinya aku tersadar, kau maya. Semu. Ada tapi tak nyata. Ada tapi tak tersentuh. Aku hanya bisa melihatmu dari satu sisi yang kautunjukkan. (Aku yang Salah. Ririn Riantini)
Aku sadar, seberapa lama pun aku menunggumu, tidak akan pernah barang secuil hatimu yang akan kau berikan padaku. (Cerpen. Shofi Yasmina)
Sabtu, 27 Agustus 2011
Nulis, aku suka nulis, dan aku paling suka nulis cerita fiksi. Awalnya aku cuma nulis cerita dongeng—fabel gitu, sampai akhirnya temenku ngasih tau sebuah fansite yang di sana kita bisa nuangin segala kreativitas kita, entah nulis cerita fiksi, nge-upload foto-foto idola kita—yang berhubungan sama fansite itu, dan lain sebagainya. Dan, di sana aku mulai kenal sama tulisan fiksi teenlit. Aku mulai suka baca-baca cerita di sana, dan secara gak langsung fansite itu ngasih aku inspirasi buat nulis cerita yang serupa dengan tema yang memang lagi hits banget di fansite tersebut. Cerita yang aku buat itu aku tulis di sebuah buku khusus dan aku cuma ngeliatin itu ke temen yang beritau aku tentang fansite itu. Kalau boleh jujur, cerita—sebenarnya cerita bersambung sih—itu masih amatiran banget, bahkan cerita itu bisa aku bilang lebih mirip teks drama dibandingkan cerita, habis dialognya lebih banyak dari deskriptifnya. Tapi, ya, namanya juga amatiran, hehe.
Suatu bulan, kira-kira bulan Maret tahun 2010 lalu fansite itu di-block, karena pengguna fansite itu gak bisa bayar—awalnya, kayaknya, fansite itu free buat dipakai, tapi mestinya lama-lama rugi juga, kan? Dan jadilah, akhirnya fansite tersebut di-block sama perusahaan web-nya. Tapi untungnya pengguna fansite itu udah buat fansite lain di web yang lain, jadilah kita pindah ke fansite yang baru itu. Awalnya aku masih bisa buka fansite baru itu, tapi lama-kelamaan fansite itu gak bisa lagi dibuka sembarangan, kita harus log in, klo enggak ya musti daftar sebagai pengguna, semacam Facebook gitu. Terpaksa, aku daftar dan jadi pengguna di sana. Awalnya masih baca-baca doang, tapi gak berapa lama aku jadi pingin nge-post cerita juga di sana. Akhirnya, aku buat cerita dengan referensi kumpulan cerpennya Dee (Dewi Lestari), Rectoverso. Lewat buku itu aku mulai belajar nulis cerita yang—setelah aku baca ulang—lebih berkembang dari yang dulu. Dengan rasa takut (enggak dibaca pengguna di sana) aku nge-post cerita di sana. Tiap jam aku nge-cek, cerita udah ada yang komen apa belum, dan ternyata belum ada. Sedih. Setelah pengecekan yang ke—gak tau berapa—akhirnya ada yang komen juga. Aku langsung seneng banget, alhamdulillah. Beberapa hari kemudian akhirnya yang komen ada 9 orang (udah ditambah komenku), habis itu ceritaku tersingkirkan oleh cerita-cerita yang lain.
Kalau enggak salah aku nge-post 4 cerita di sana. Dan sama kayak nasib fansite sebelumnya, kami digusur—sebulan atau dua bulan sebelumnya penggusuran dibatalkan. Alhamdulillah, fansite baru udah dibuat lagi. Aku mulai buka fansite yang baru itu, tapi sayang tempatnya sepi. Aku baru nge-post 1 cerita aja, tapi kayaknya enggak ada yang komen. Jadilah aku jarang buka fansite baru itu. Aku mulai temenan sama penulis-penulis dari fansite sebelumnya di Facebook dan mulai baca-baca cerita lagi.
Hampir setahun aku gak pernah buka fansite itu, waktu aku buka ada kabar baru. Ada fansite serupa dengan tema yang sama kayak fansite-fansite sebelumnya. Akhirnya, aku buka web-nya. Dan memang, fansite baru itu lebih rame dibanding fansite yang gak pernah aku buka itu. Aku berinisiatif buat nge-post ceritaku juga di sana. Setelah daftar, aku mulai nge-post ceritaku, dan alhamdulillah ada beberapa orang yang suka sama ceritaku. Sampai sekarang aku jadi pengguna di sana, walau memang aku jarang buka. Tapi aku bersyukur, karena berkat fansite-fansite itu aku sekarang jadi suka nulis, gak cuma baca. Makasih juga buat temenku yang udah ngasih tau tentang fansite-fansite itu, kalau enggak, mungkin aku bakal jadi pembaca doang.
Ini link fansite-fansite itu:
Kalau enggak salah aku nge-post 4 cerita di sana. Dan sama kayak nasib fansite sebelumnya, kami digusur—sebulan atau dua bulan sebelumnya penggusuran dibatalkan. Alhamdulillah, fansite baru udah dibuat lagi. Aku mulai buka fansite yang baru itu, tapi sayang tempatnya sepi. Aku baru nge-post 1 cerita aja, tapi kayaknya enggak ada yang komen. Jadilah aku jarang buka fansite baru itu. Aku mulai temenan sama penulis-penulis dari fansite sebelumnya di Facebook dan mulai baca-baca cerita lagi.
Hampir setahun aku gak pernah buka fansite itu, waktu aku buka ada kabar baru. Ada fansite serupa dengan tema yang sama kayak fansite-fansite sebelumnya. Akhirnya, aku buka web-nya. Dan memang, fansite baru itu lebih rame dibanding fansite yang gak pernah aku buka itu. Aku berinisiatif buat nge-post ceritaku juga di sana. Setelah daftar, aku mulai nge-post ceritaku, dan alhamdulillah ada beberapa orang yang suka sama ceritaku. Sampai sekarang aku jadi pengguna di sana, walau memang aku jarang buka. Tapi aku bersyukur, karena berkat fansite-fansite itu aku sekarang jadi suka nulis, gak cuma baca. Makasih juga buat temenku yang udah ngasih tau tentang fansite-fansite itu, kalau enggak, mungkin aku bakal jadi pembaca doang.
Ini link fansite-fansite itu:
- http://idolaciliklovers.ning.com (yang ini udah gak bisa dibuka)
- http://idolaciliklovers. wackwall.com (yang ini juga udah gak bisa dibuka)
- http://idolacilikloverswackwall.wall.fm (ini sama kayak fansite sebelumnya, cuma nama web-nya doang yang beda)
- http://idolaciliklovers.mixxt.me (ini masih bisa dibuka)
- http://icilovers.socialgo.com / http://idolaciliklovers.tk (ini juga masih bisa dibuka)
Maaf kalau kurang kerjaan, hehe.
Kamis, 18 Agustus 2011
Nah, aku mau kasih tau opiniku nih tentang " what the meaning of beautiful?"
Um.., jadi kalau menurutku cantik itu adalah:
Um.., jadi kalau menurutku cantik itu adalah:
- Bagaimana cara kamu mengekspresikan diri kamu?
Jadi gimana cara kamu mengekspresikan diri kamu dalam hal-hal yang kamu suka. Enggak karena terpaksa atau apa, tapi karena memang kamu suka dan senang menjalaninya. Karena semua itu ada pada kamu, kalau kamu tidak senang sebaiknya jangan dijalani, tapi jika kamu senang jalani saja seperti kamu mengerjakan hal-hal yang kamu suka. Kecuali, pelajaran sekolah. Suka gak suka, seneng gak seneng, kamu harus tetep jalanin. Lagian, bisa aja lho kamu mengekspresikan diri kamu dalam pelajaran-pelajaran itu. Kamu juga bisa dapet hal positif dari mengekspresikan diri dalam pelajaran-pelajaran itu, nilai kamu bisa tambah bagus dan kamu bisa mendapatkan pengetahuan yang mungkin belum sempat dibaca oleh teman-temanmu, meski yang selalu dapet ranking di kelas.
- Nyamankah kamu dengan apa yang kamu kenakan?
Apa yang kamu kenakan sangat berpengaruh pada penampilanmu. Jadi, kalau kamu nyaman sama pakaian yang kamu kenakan, aksesoris yang kamu kenakan, semuanya bakalan bikin kamu cantik. Karena kamu nyaman akan semua itu. Contoh, kamu ngeliat temen kamu pake pakaian atau aksesoris yang bagus dan ngebuat mereka cantik, terus kamu kepingin nyoba. Setelah dicoba ternyata style temen kamu itu gak cocok buat kamu, nah, itu malah bikin kamu gak nyaman dan membuat orang yang melihat menjadi kurang nyaman juga. Maka, kenakanlah style yang memang cocok dan nyaman kamu gunakan, itu bakalan lebih ngeluarin iner beauty kamu.
- Percaya diri dan banggakah kamu pada diri sendiri?
Sebenarnya ini poin terpenting yang gak boleh dilupain dan mungkin yang paling sulit untuk dijalanin orang-orang. Percaya diri, karena dengan kamu percaya diri pasti semua bakal jalan dengan lancar dan kebanggaan pun akan terpancar dari hati dan orang-orang yang kamu sayang, seperti orang tua misalnya. Ya, percaya diri memang sulit. Apalagi kalau kita merasa minder sama orang lain, nah, itu gak baik. Aku juga pernah kok ngerasa minder sama penampilan, tapi aku selalu positive thinking, karena dengan kita positive thinking semua yang kita jalani juga bakal baik kok. Yang paling sering menyerang remaja zaman sekarang adalah penampilan. Kadang mereka ngerasa penampilan mereka kurang, entah mereka mikir diri mereka (maaf sebelumnya) jelek, enggak menarik, ini-itu. Kalau menurutku pribadi sih semua orang itu cantik/cakep dan menarik, itu cuma tinggal pemikiran kita doang kok, kalau kamu mikir yang negatif-negatif mungkin hasil juga bakal negatif, karena pemikiran selalu berujung pada hasil. Jadi, jangan pernah mikir diri kamu jelek atau gak menarik, karena sebenarnya semua manusia itu diciptakan dalam wajah-wajah yang rupawan serta menarik, oleh karena itu kita harusnya bersyukur pada Allah SWT, karena Ia telah menciptakan kita dengan wajah-wajah yang rupawan serta penampilan yang menarik, selanjutnya kita yang merawat karena Allah telah memberikan kepercayaanNya pada kita untuk menjaga dan merawat barang kepunyaanNya. Jadi ucapkanlah (jika dalam Islam) Alhamdulillah.
Jadi itu lah opiniku tentang " what the meaning of beautiful?" semoga bermanfaat buat pembaca serta diri aku sendiri, amien.
Akhir kata terima kasih J
Minggu, 14 Agustus 2011
" Eciee yang habis jadian. Longlast ya, jangan dipanas-panasin lagi kayak dulu, kasihan."
Akhirnya dia jadian juga. Sebenarnya aku sakit banget, tapi ya mau gimana, itu hak dia, dan aku gak berhak buat--untuk--dia gak jadian sama cewek yang dia suka. Aku cuma suka sama dia dalam diam, kan? Jadi buat apa aku nyeselin--walau memang rasanya sakit.
Sekarang, aku cuma pingin bilang dan berdoa buat kamu: longlast ya sama cewek barumu. Jangan sia-siain dia, kasihan.<--- Walau memang berat buat ngomong dan doain kamu sama cewek barumu. Tapi, ya, aku harus nyoba buat ngikhlasin kamu.
Sekali lagi longlast.
Regret
I
Akhirnya dia jadian juga. Sebenarnya aku sakit banget, tapi ya mau gimana, itu hak dia, dan aku gak berhak buat--untuk--dia gak jadian sama cewek yang dia suka. Aku cuma suka sama dia dalam diam, kan? Jadi buat apa aku nyeselin--walau memang rasanya sakit.
Sekarang, aku cuma pingin bilang dan berdoa buat kamu: longlast ya sama cewek barumu. Jangan sia-siain dia, kasihan.<--- Walau memang berat buat ngomong dan doain kamu sama cewek barumu. Tapi, ya, aku harus nyoba buat ngikhlasin kamu.
Sekali lagi longlast.
Regret
I
Selasa, 09 Agustus 2011
Hello!
Today, I was 14th years old. I was so glad with it!
I hope, I can to be better before than for my parents, my beloved people, and everyone. Get best score for everything exams in everything lessons. And, I can grant my mother hope to immediately my collection of short story in book form.
Today, I'm very thank you to:
Once again, thank you for you J
Today, I was 14th years old. I was so glad with it!
I hope, I can to be better before than for my parents, my beloved people, and everyone. Get best score for everything exams in everything lessons. And, I can grant my mother hope to immediately my collection of short story in book form.
Today, I'm very thank you to:
- Allah SWT.
- My parents.
- My young brother.
- My beloved people
- And, everyone.
Once again, thank you for you J
Selasa, 02 Agustus 2011
August! The month when my brother (4th of August. He is 9th this month) and I (9th of August. I'm 14th this month) was born. I'm so excited with it.
I hope this month everything will be okay, for me, for everyone :D
Thank's God
Langganan:
Komentar
(
Atom
)













