Pages

28 JUNI 2012

Jumat, 29 Juni 2012

28 JUNI 2012, wisuda dilaksanakan di GOR sekolah. 3 tahun di SMP 1 itu unforgettable moment banget! Dari awal daftar sekolah yang  sebenarnya gak pernah ada pikiran buat masuk sana. Tapi, aku bersyukur banget bisa masuk ke sekolah itu, banyak hal baru yang mungkin belum bisa aku temuin di sekolah lain. Semoga angkatan selanjutnya bisa menpertahankan acara wisuda, ya!







Edit by ToyCamera Analog Color, except the last picture.

Hai!

Selasa, 05 Juni 2012

PEREMPUAN itu terduduk di sudut ruangan. Tatapannya memburu pada percikan air di luar kafe. Napasnya menderu, selaras dengan detakan jantungnya. Tangannya berkeringat. Otaknya berpikir keras, mencari kata demi kata yang pas untuk ia berikan pada dia—apakah ia perlu menggunakan bahasa yang formal? Atau mungkin bahasa sehari-hari? Apa yang harus ia tulis untuk awal suratnya? Basa-basi? Atau langsung mengutarakan tujuannya? Ah, ia memang tidak pandai membuat surat macam surat cinta, terlebih untuk dikirimkan kepada seseorang—dia.

Ya, dia, lelaki, yang dikenalnya setahun yang lalu. Dia, lelaki yang ia ketahui sangatlah pintar dalam bidang olahraga. Dia, lelaki yang sangat senang mengumbar senyuman, pada guru-guru, teman-temannya, dan pada para junior-nya. Dia, lelaki yang sangat menyukai warna merah. Dia, lelaki yang ia akui merupakan jelmaan pembalap tingkat dunia. Dia, lelaki yang sangat sulit mengontrol emosi. Dia, lelaki yang selalu datang pukul setengah 7 pagi dengan tatapan teduh pada kedua lembayung matanya. Dan euphoria-euphoria itu yang mengadiksi perempuan itu setiap paginya.


Hah, perempuan itu mendesah saru. Ia selalu ragu akan apa yang ia tulis. Ia takut jika lelaki itu tidak senang. Ia takut jika ia salah; ia takut jika apa yang ia tulis bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan. Ia takut untuk kembali berbohong, pada perasaannya, pada lelaki itu. Ia hanya ingin jujur, meski tidak secara langsung dan terkesan menguntit. Yang ia inginkan hanya satu, lelaki itu tahu perasaannya.


Setengah jam sudah. Tangannya pun makin berkeringat karena gelisah. Kepalanya mulai terasa pening karena memilah kata tanpa henti. Dan, belum ada satu kata yang ia rasa pas untuk dituliskan pada selembar kertas di hadapannya.


Perempuan itu semakin gundah. Apa ia tidak jadi memberitahu lelaki itu dan menjadikan hatinya menjadi korban kebohongannya lagi? Ia sebenarnya sudah menerka, lelaki itu tidak akan pernah mengira bahwa pengirim surat-tak-bertuan itu adalah dirinya, karena ia lebih senang berkamuflase dalam kubu dunianya sendiri. Ia jarang berbaur dengan teman-temannya, kecuali satu dari mereka mengajaknya untuk bergabung. Selebihnya, ia lebih senang menyendiri dan tertutup.


Ayolah! Batinnya makin bergejolak. Paling tidak satu kata saja! Kukunya sudah hampir habis karena digigiti. Kegalauan makin memeluknya.


Baiklah. Ia menyerah. Ditulisnya satu kata, lalu diikuti tiga kata retoris lain. Di kanan bawah ia bubuhi satu kata penunjang dalam namanya. Dibacanya lagi empat kata tadi, lalu dilipatnya kertas itu, dan dimasukkannya pada amplop berwarna biru. Surat ini akan ia taruh di meja lelaki itu besok pagi.


Perempuan itu melangkah ringan keluar dari kafe setelah membayar. Seulas senyum terkembang di kedua sudut bibirnya. Ia sudah tidak sabar menunggu fajar kembali datang esok hari.


Hai!
Aku. Suka. Kamu.
                                                                                         Ann.


--


Don't ask me anything about this one.


Any criticisms? Thank you, before.

Just Be Yourself

Barusan, saya baru pulang les bahasa Inggris dan saya mendapat kesan dari dua teman les saya, they're twin. Saya suka dengan personality mereka yang just be yourself. Bagaimana tidak, dimana yang lain memilih nama oran-orang western  sebagai nama suami/istri mereka dalam games, mereka menggunakan nama islam, Siti dan Siti Aminah. They're honest boys, dan mereka yang tidak ditutup-tutupi itu yang membuat mereka menjadi lucu dan beda. Bahkan, ketika teman-teman mereka menertawakan pilihan nama untuk istri mereka dalam games, mereka dengan wajah polos menatap kami semua, seperti menyiratkan "problem?" Jika saya dapat mengatakan di depan mereka tanpa malu, saya akan mengatakan: I like your both personality.


Audry and Auvry, you have good-personality. Keep it.

Random

A Qoute

Sabtu, 02 Juni 2012


Life is a box of chocolates, you never know what you’re gonna get.
                                                                               --Forrest Gump.